"aNAK !nFoRmAt!kA"
selamat datang semoga anda menikmati blog ini
Tampilkan postingan dengan label JARKOM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JARKOM. Tampilkan semua postingan

Wi-Fi

Diposting oleh D!fkY AnAk !nF0RmAT!kA Rabu, 31 Maret 2010 0 komentar

WI-FI

Wi-Fi

merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Jaringan tanpa kabel sebenarnya tidak sesulit sistem cable network bahkan lebih mudah. Sistem jaringan WIFI atau Wireless tidak memerlukan penghubung cable network antar computer. Bila jenis coax atau UTP cable memerlukan kabel sebagai media tranfer, dengan Wireless network hanya dibutuhkan ruang atau space dimana jarak jangkau network dibatasi kekuatan pancaran signal radio dari masing masing computer.

Keuntungan dari sistem WIFI , pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarang jangkauan dari satu titik pemancar WIFI. Untuk jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru, terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ada 2 cara menghubungkan antar PC dengan sistem Wireless yaitu Adhoc dimana 1 PC terhubung dengan 1 PC dengan saling terhubung berdasarkan nama SSID (Service Set IDentifier). SSID sendiri tidak lain nama sebuah computer yang memiliki card, USB atau perangkat wireless dan masing masing perangkat harus diberikan sebuah nama tersendiri sebagai identitas.

Kedua jaringan paling umum dan lebih mudah saat ini dengan sistem Access point dengan bentuk PCI card atau sebuah unit hardware yang memiliki fungsi Access point untuk melakukan broadcast ke beberapa computer client pada jarak radius tertentu.

DIbawah ini menjelaskan bagaimana cara sebuah computer dapat saling terhubung dengan network wireless

Sistem Adhoc adalah sistem peer to peer, dalam arti satu computer dihubungkan ke 1 computer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah membayangkan sistem direct connection dari 1 computer ke 1 computer lainnya dengan mengunakan Twist pair cable tanpa perangkat HUB.

Jadi terdapat 2 computer dengan perangkat WIFI dapat langsung berhubungan tanpa alat yang disebut access point mode. Pada sistem Adhoc tidak lagi mengenal sistem central (yang biasanya difungsikan pada Access Point). Sistem Adhoc hanya memerlukan 1 buah computer yang memiliki nama SSID atau sederhananya nama sebuah network pada sebuah card/computer.

Dapat juga mengunakan MAC address dengan sistem BSSID (Basic Service Set IDentifier - cara ini tidak umum digunakan), untuk mengenal sebuah nama computer secara langsung. Mac Address umumnya sudah diberikan tanda atau nomor khusus tersendiri dari masing masing card atau perangkat network termasuk network wireless. Sistem Adhoc menguntungkan untuk pemakaian sementara misalnya hubungan network antara 2 computer walaupun disekitarnya terdapat sebuah alat Access Point yang sedang bekerja.

SSID adalah nama sebuah network card atau USB card atau PCI card atau Router Wireless. SSID hanyalah sebuah nama untuk memberikan tanda dimana nama sebuah perangkat berada. BSSID adalah nama lain dari SSID, SSID diberikan oleh pemakai misalnya "pcsaya" pada computer yang sedang digunakan dan computer lainnya dibuatkan nama "pckamu". Sedangkan BSSID mengunakan basis MAC address. Jangan terlalu bingung dengan istilah baru tersebut. Bila sebuah koneksi wireless ingin saling berhubungan, keduanya harus mengunakan setup Adhoc. Bila disekitar ruangan terdapat perangkat Access Point, perlu diingatkan untuk mengubah band frekuensi agar tidak saling adu kuat signal yang memancar didalam suatu ruangan.

Adhoc diagram


Sistem kedua yang paling umum adalah Infra Structure. Sistem Infra Structure membutuhkan sebuah perangkat khusus atau dapat difungsikan sebagai Access point melalui software bila mengunakan jenis Wireless Network dengan perangkat PCI card.

Mirip seperti Hub Network yang menyatukan sebuah network tetapi didalam perangkat Access Point menandakan sebuah sebuah central network dengan memberikan signal (melakukan broadcast) radio untuk diterima oleh computer lain. Untuk mengambarkan koneksi pada Infra Structure dengan Access point minimal sebuah jaringan wireless network memiliki satu titik pada sebuah tempat dimana computer lain yang mencari menerima signal untuk masuknya kedalam network agar saling berhubungan. Sistem Access Point (AP) ini paling banyak digunakan karena setiap computer yang ingin terhubungan kedalam network dapat mendengar transmisi dari Access Point tersebut.

Access Point inilah yang memberikan tanda apakah disuatu tempat memiliki jaringan WIFI dan secara terus menerus mentransmisikan namanya - Service Set IDentifier (SSID) dan dapat diterima oleh computer lain untuk dikenal. Bedanya dengan HUB network cable, HUB mengunakan cable tetapi tidak memiliki nama (SSID). Sedangkan Access point tidak mengunakan cable network tetapi harus memiliki sebuah nama yaitu nama untuk SSID.

InfraStructure diagram


Keuntungan pada sistem access point (AP mode):

1.) Untuk sistem AP dengan melayani banyak PC tentu lebih mudah pengaturan dan computer client dapat mengetahui bahwa disuatu ruang ada sebuah hardware atau computer yang memancarkan signal Access Point untuk masuk kedalam sebuah network .
2.) Keuntungan kedua bila mengunakan hardware khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan 24 jam untuk melayani network. Banyak hardware Access point yang yang dihubungkan ke sebuah hub atau sebuah jaringan LAN. Dan computer pemakai Wifi dapat masuk kedalam sebuah jaringan network.
3.) Dan sistem security pada model AP lebih terjamin. Read More......


Untuk fitur pengaman sebuah Hardware Access Point memiliki beberapa fitur seperti melakukan block IP, membatasi pemakai pada port dan lainnya.


Sebuah Access point baik berupa sebuah card WIFI yang ditancapkan pada slot computer atau jenis USB card dan lainnya dengan mengaktifkan fungsi Access point ataupun sebuah alat khusus Access point yang berdiri sendiri dengan antena dan adaptor power bisa difungsikan sebagai Bridge network, router (gateway).

Sistem Access point juga diterapkan pada sebuah layanan service. Misalnya layanan network disebuah terminal airport atau layanan khusus yang dibuat sebuah service provider untuk internet umumnya mengunakan sistem Adhoc. Pada sistem layanan tersebut biasanya pemakai Wifi harus login sesuai ketentuan yang diperlukan dari penyelangara service tersebut.

Contoh pada gambar dibawah ini. Setting tersebut digunakan oleh Windows dimana pemakai memilih apakah akan terkoneksi ke jaringan bebas misalnya layanan service internet dari sebuah service provider (ISP), atau untuk memasuki jaringan dari sebuah network atau melakukan hubungan dengan computer lain secara peer to peer.



Pemakai dapat memberikan sebuah nama untuk satu alata Access Point. Nama tersebut dikenal dengan Service Set IDentifier (SSID) atau nama sebuah network dan dipengaruhi oleh huruf besar kecil (case sensitive). Untuk batas memiliki panjang maksimum 32 karakter untuk sebuah nama SSID network. SSID nantinya akan dibawah sebagai nama dari gelombang frekuensi yang diterima oleh card WIFI lain agar dikenal keberadaannya oleh computer lain.

BIla digambarkan secara sederhana, misalnya sebuah computer dalam kondisi Access Point mode atau sebuah hardware diberikan nama "pcgue", maka bisa dibayangkan alat tersebut atau computer tersebut sedang berteriak dengan nama PCGUE , dan computer lain akan mengenal oh disana ada network WIFI dengan nama PCGUE sebagai nama SSID.

Untuk standard, dibawah ini adalah standard yang umum digunakan bagi indoor computer wireless network.

802.11a

Standard 802.11a, adalah model awal yang dibuat untuk umum. Mengunakan kecepatan 54Mbps dan dapat mentranfer data double dari tipe g dengan kemampuan bandwidth 72Mbps atau 108Mbps. Sayangnya sistem ini tidak terlalu standard, karena masing masing vendor atau pabrikan memberikan standard tersendiri. 802.11a mengunakan frekuensi tinggi pada 5Ghz sebenarnya sangat baik untuk kemampuan tranfer data besar. Tetapi 802.11a memiliki kendala pada harga , komponen lebih mahal ketika perangkat ini dibuat untuk publik dan jaraknya dengan frekuensi 5GHz konon lebih sulit menembus ruang untuk kantor. Pemilihan 5Ghz cukup beralasan, karena membuat pancaran signal frekuensi 802.11a jauh dari gangguan seperti oven microwave atau cordless phone pada 2GHz, tetapi frekuensi tinggi juga memberikan dampak pada daya jangkau relatif lebih pendek


802.11b

Sempat menjadi dominasi pemakaian tipe b. Standard 802.11b mengunakan frekuensi 2.4GHz. Standard ini sempat diterima oleh pemakai didunia dan masih bertahan sampai saat ini. Tetapi sistem b bekerja pada band yang cukup kacau, seperti gangguan pada Cordless dan frekuensi Microwave dapat saling menganggu bagi daya jangkaunya. Standard 802.11b hanya memiliki kemampuan tranmisi standard dengan 11Mbps atau rata rata 5MBbit/s yang dirasakan lambat, mendouble (turbo mode) kemampuan wireless selain lebih mahal tetapi tetap tidak mampu menandingi kemampuan tipe a dan g.


802.11g

Standard yang cukup kompatibel dengan tipe 802.11b dan memiliki kombinasi kemampuan tipe a dan b. Mengunakan frekuensi 2.4GHz mampu mentransmisi 54Mbps bahkan dapat mencapai 108Mbps bila terdapat inisial G atau turbo. Untuk hardware pendukung, 802.11g paling banyak dibuat oleh vendor. Secara teoritis mampu mentranfer data kurang lebih 20Mbit/s atau 4 kali lebih baik dari tipe b dan sedikit lebih lambat dari tipe a.Karena mengunakan carrier seperti tipe b dengan 2.4Ghz, untuk menghadapi gangguan frekuensi maka ditempatkan sistem OFDM


Secara teoritis perbandingan dapat dilihat pada tabel dibawah ini!



TechnologyKecepatan
Ethernet 10/100100Mbs
802.11b11Mbps
802.11a52/72 Mbps
PhoneLine 2.010Mbps
Gigabit Ethernet1000Mbps
802.11g/turbo22/54/108Mbps
Firewire400Mbps
Bluetooth1.5Mbps
HomeRF 2.010Mbps
PowerLine14Mbps


Karena sistem WIFI mengunakan transmisi frekuensi secara bebas, maka pancaran signal yang ditransmit pada unit WIFI dapat ditangkap oleh computer lain sesama pemakai Wifi. Tentu kita tidak seseorang masuk kedalam jaringan Network tanpa ijin. Pada teknologi WIFI ditambahkan juga sistem pengaman misalnya WEP (Wired Equivalent Privacy) untuk pengaman sehingga antar computer yang telah memiliki otorisasi dapat saling berbicara.

Pengamanan sistem Wireless Network dibagi dapat dilakukan dengan beberapa cara. Untuk pemakaian umum dibagi atas NonSecure dan Share Key (secure)

Non Secure / Open: Pertama no-security atau tanpa pengaman dimana computer yang memiliki WIFI dapat mendengar transmisi sebuah pancaran WIFI dan langsung masuk kedalam network.

Share Key :adalah alternatif untuk pemakaian kunci atau password. Untuk contoh, bila sebuah network mengunakan WEP

Ketentuan Security WEP dibagi 2 yaitu 40/64-bit -10 Hex character (weak security) dan 104/128-bit - 26 Hex character (a bit better security). Mengunakan sistem WEP sangat mudah, setiap computer yang mentransmisi signal WIFI atas keberadaan sebuah network atau computer yang mengetahui adanya sebuah network dengan WIFI harus memiliki WEP yang sama. Caranya cukup mengaktifkan sistem WIFI pada option program Windows dengan Prefered Network yang sama.

Misalnya sebuah computer memasang kunci security "abcde" atau urutan HEX , maka computer yang akan masuk kedalam jaringan harus memasukan huruf "abcde" atau tanda dalam format HEX untuk kunci yang sama.

Sistem WEP biasanya diaktifkan bila sistem network dari WIFI memerlukan pengamanan dan tidak menghendaki sembarang computer masuk tanpa ijin. Dengan kata lain code dari WEP adalah kunci masuk computer pada sistem network yang memiliki pengaman. 1 karakter memiliki 8 bit dan 1 hex mengunakan 4 bit. 40/64 bit ascII untuk WEP diartikan 5 karakter atau 10 HEX (number karakter =rahas) sedangkan 128bit ascII diartikan 13 karakter atau 26 HEX (number karakter = contoh 0x3d4e872a / harus dimulai dengan 0 dan huruf kecil). Bila mengunakan kombinasi pada sistem Encrypt, beberapa hardware memiliki perbedaan pada kemampuan 64 bit dan 128 bit atau hanya memiliki sistem encrypt 64 bit saja

Hal kecil yang sering terlupakan ketika mencoba mengkoneksi. Pemilihan band untuk Wireless network, untuk satu network gunakan band yang sama. Pemilihan Band frekuensi sebenarnya dapat dibuat secara otomatis oleh hardware tetapi ada baiknya mengenal dari fungsi Band dimana sebuah Wireless Network perlu mengunakan band yang sama. Bila anda mengunakan Wireless network dan ingin saling berhubungan, jangan lupa memilih band frekuensi yang sama sebelum pusing karena sebuah computer tidak dapat saling berhubungan karena lupa memilih band frekuensi.

Apa saja yang perlu di Install pada koneksi Wireless untuk masing masing client. Pada gambar bawah adalah komponen yang digunakan untuk computer dapat saling berhubungan. Cara ini sangat mendasar dan sama penerapannya pada koneksi network dengan cable UTP. Seandainya saja computer anda tidak dapat saling berhubungan, coba periksa bagian dibawah ini. Dan gunakan Setup Network Wizard untuk

menginstall system network dari Windows XP
:


Konfigurasi Access Point Linksys WRT54G

Diposting oleh D!fkY AnAk !nF0RmAT!kA 0 komentar

Konfigurasi Access Point Linksys WRT54G

Linksys http://www.linksys.com adalah salah satu pembuat WiFi ter-favorit di dunia. Dalam contoh ini digunakan WRT54G Wireless-G Broadband Router. Perlu di catat bahwa AP Linksys ini adalah sebuah router.

Sebagai sebuah router mempunyai banyak fasilitas seperti kemampuan routing, firewall, DCHP. Pada dasarnya kita dapat menggantikan sebagian besar fungsi gateway Linux dengan sebuah Linksys.

Linksys WRT54G dapat dikonfigurasi melalui interface Web dengan alamat default 192.168.1.1 (jika tidak di ubah).

Halaman pertama adalah setup page. Melalui setup page ini kita dapat mengkonfigurasi time zone, konfigurasi Internet connection, konfigurasi LAN, dan konfigurasi wireless.

Ada beberapa tipe sambungan yang mungkin pada konfigurasi Internet Connection, seperti, menggunakan IP statik atau IP automatic / IP dynamic melalui DHCP server di ISP. Tampak pada gambar digunakan IP statik pada sambungan Internet.

Konfigurasi LAN cukup sederhana, yang perlu kita lakukan adalah menset IP address dan subnetmasknya saja.

Konfigurasi wireless tidak berbeda jauh dengan konfigurasi Access Point biasa. Kita perlu menset channel dan ESSID dari peralatan. Untuk mengamankan Access Point, kita dapat mendisable ESSID broadcast sehingga hanya mereka yang tahu tentang Access Point kita yang dapat mengakses-nya. Wired Equivalent Privacy (WEP) dapat di aktifkan pada titik ini.

Halaman selanjutnya adalah security page, kita dapat mengkonfigurasi beberapa parameter berkaitan dengan keamanan, seperti, administrator password, tipe dari Virtual Private Network (VPN) traffic yang di ijinkan, konfigurasi dari De-Militarized Zone (DMZ) juga firewall sekala kecil.

System page adalah halaman selanjutnya dari Interface Web Linksys WRT54G. Kita dapat meninggalkan proses konfigurasi system ini. Kita perlu menggunakan fasilitas ini kita kita ingin mengupgrade firmware, mengubah Maximum Transmission Unit (MTU) dari Interface, dan mengaktifkan / me-non-aktifkan agar paket multicast dapat lewat.

Halaman selanjutnya adalah DHCP Server page. Pada Linksys WRT54G Access Point telah tersedia DHCP server. Jika kita ingin mengaktifkan DHCP server, kita perlu memberikan range dari IP address yang dialokasikan untuk workstation yang tersambung, dan DNS server bagi workstation di jaringan.

Kita dapat melihat semua status dari konfigurasi yang ada pada Status Page.

Pada halaman Advances Wireless configuration Page, kita dapat mengkonfigurasi parameter wireless yang lebih advance, seperti, RTS Threshold dan Fragmentation Threshold untuk beroperasi pada jaringan yang congested, interval beacon untuk broadcasting ESSID dari Access Point, kecepatan data pada Wireless LAN.

Dalam bagian Advance Setting page, kita dapat mengaktifkan tabel MAC Filtering. MAC Filtering dapat digunakan untuk membatasi akses agar hanya workstation / node yang kita ketahui MAC address-nya saja yang dapat mengakses Access Point.

Tabel MAC relative sederhana, dan dapat di isi dengan memasukan MAC address client yang di ijinkan untuk mengakses.


Setting Modem ADSL Linksys

Diposting oleh D!fkY AnAk !nF0RmAT!kA 0 komentar

Setting Modem ADSL Linksys

1. Pastikan semua kabel sudah menancap dengan benar, line telepon, kabel power, dan gunakan kabel UTP (bawaan) untuk menghubungkan antara komputer dan modem. Kabel UTP pada modem bisa ditancapkan di port yang mana saja (ada 4 port).
2. Nyalakan modem, nyalakan komputer, buka Internet Browser (bisa pakai Internet Explorer, Mozilla Firefox, dll). Untuk kali ini, kita gunakan Internet Explorer (IE). Untuk browser lain, langkah-langkahnya sama.
3. Ketikkan pada address bar: 192.168.1.1



4. Akan ada windows baru yang terbuka, isikan: username: admin, password: admin, tekan ok

5. Halaman Basic Setup akan terbuka. Ubah nilai item-item sbb:
- Encapsulation : RFC 2516 PPPoE
- Multiplexing : LLC
- QoS type: UBR
- Autodetect: disable
- Virtual circuit: 0 VPI, 35 VCI
- DSL Modulation: Multimode
- Username: masukkan 12 digit nomor speedy anda diikuti dengan @telkom.net, contoh: 152415200015@telkom.net
- Password: masukkan password yang anda dapat dari telkom. Perhatikan besar kecilnya huruf, jika anda salah input, akan gagal.
- Pilih Connect on demand (koneksi aktif jika diperlukan) atau Keep alive (koneksi aktif terus menerus)
- Scroll layar kebawah, tekan save setting.

6. Masuk ke menu Wireless -> Wireless security, masukkan password yang Anda inginkan (minimal 8 karakter), tekan save setting.

7. Selesai! Anda bisa menutup semua aplikasi dan restart komputer Anda. Wireless juga siap digunakan. Jika diminta memasukkan password, masukkan 8 karakter yang Anda input tadi.

TPLINK 54MB MODEM ADSL2 + WIRELESS ROUTER (TD-W8901G) 4PORT 802.11g

TPLINK 54MB MODEM ADSL2 + WIRELESS ROUTER (TD-W8901G) 4PORT 802.11g


Product Information Informasi Produk
Key Features: Fitur Utama:

  • 3-in-1: ADSL2+ modem,4-port Ethernet router and wireless G access point 3-in-1: ADSL2 + modem ,4-port Ethernet router dan jalur akses nirkabel G
  • Latest ADSL standards for superior performance: up to 24Mbps downstream ADSL terbaru standar kinerja superior: sampai 24Mbps hilir
  • Various QoS policies enable various application, meeting people?fs different needs Berbagai kebijakan QoS memungkinkan berbagai aplikasi, bertemu orang-orang? Fs kebutuhan yang berbeda
  • 3-in-1: ADSL2+ modem?C4-port Ethernet router and wireless G access point 3-in-1: ADSL2 + modem? C4-port Ethernet router dan jalur akses nirkabel G
  • Easily share ADSL connection with all office or home computers?Cwired or wirelessly Mudah berbagi koneksi ADSL dengan semua komputer rumah atau kantor? Cwired atau secara nirkabel
  • Triple Active Firewalls: SPI, NAT and Packet Filter Triple Aktif Firewall: SPI, NAT dan Packet Filter
  • QoS prioritization based on ToS, DSCP, service type or 802.1p Berdasarkan prioritas QoS ToS, DSCP, jenis layanan atau 802.1p
  • Supports DHCP, Universal Plug-and-Play (UPnP), and includes a user-friendly Setup Wizard which takes you through configuring your network, step by step Supports DHCP, Universal Plug-and-Play (UPnP), dan termasuk user-friendly Setup Wizard yang membawa Anda melalui mengkonfigurasi jaringan anda, langkah demi langkah
  • Administer and Upgrade the Router Remotely over the Internet Mengelola dan Upgrade Router Remotely melalui Internet

    More Information Lebih Lanjut

    TD-W8901G 54M Wireless ADSL2+ Router is designed to provide a simple and cost-effective ADSL Internet connection for a private Ethernet or 802.11g/802.11b wireless network. TD-W8901G 54M Wireless ADSL2 + Router ini dirancang untuk memberikan yang sederhana dan efektif biaya koneksi Internet ADSL untuk pribadi 802.11g/802.11b Ethernet atau jaringan nirkabel.

    The Router is easy to use. Router ini mudah digunakan. The TD-W8901G connects to an Ethernet LAN or computers via standard Ethernet ports. The TD-W8901G tersambung ke Ethernet LAN atau komputer melalui port Ethernet standar. The ADSL connection is made using ordinary telephone line with standard connectors. Koneksi ADSL dibuat menggunakan saluran telepon biasa dengan konektor standar. Multiple workstations can be networked and connected to the Internet using a single Wide Area Network (WAN) interface and single global IP address. Beberapa workstation jaringan dan dapat terhubung ke Internet menggunakan satu Wide Area Network (WAN) interface dan satu alamat IP global. The advanced security enhancements, IP/MAC Filter, Application Filter and URL Filter can help to protect your network from potentially devastating intrusions by malicious agents from the outside of your network. Lanjutan peningkatan keamanan, IP / MAC Filter, Filter dan Aplikasi Filter URL dapat membantu untuk melindungi jaringan Anda dari berpotensi berbahaya penyusupan oleh agen-agen dari luar jaringan Anda.

    ADSL ADSL
    The TD-W8901G supports full-rate ADSL2+ connectivity conforming to the ITU and ANSI specifications. The TD-W8901G mendukung penuh tingkat ADSL2 + konektivitas menyesuaikan dengan spesifikasi ITU, dan ANSI. In addition to the basic DMT physical layer functions, the ADSL2+ PHY supports dual latency ADSL2+ framing (fast and interleaved) and the I.432 ATM Physical Layer. Selain DMT dasar lapisan fisik fungsi tersebut, ADSL2 + PHY mendukung dual latency ADSL2 + membingkai (cepat dan interleaved) dan I.432 ATM Physical Layer.

    Wireless Wireless
    In the most attentive wireless security, the Router provides multiple protection measures. Dalam nirkabel yang paling penuh perhatian keamanan, Router menyediakan beberapa tindakan perlindungan. It can be set to turn off the wireless network name (SSID) broadcast so that only stations that have the SSID can be connected. Ini dapat ditetapkan untuk menonaktifkan nama jaringan nirkabel (SSID) broadcast sehingga hanya stasiun yang memiliki SSID yang dapat terhubung. The Router provides wireless LAN 64/128-bit WEP encryption security, WPA-PSK/WPA2-PSK authentication, as well as TKIP/AES encryption security. Router LAN nirkabel menyediakan keamanan enkripsi WEP 64/128-bit, WPA-PSK/WPA2-PSK otentikasi, serta TKIP / AES enkripsi keamanan.

    Specifications: Spesifikasi:

    ADSL Features ADSL Fitur
    Full-rate ANSI T1.413 Issue 2 Full-rate ANSI T1.413 Issue 2
    ITU-T G.992.1 (G.dmt) ITU-T G.992.1 (G.dmt)
    ITU-T G.992.2 (G.lite) ITU-T G.992.2 (G.lite)
    ITU-T G.994.1 (G.hs) ITU-T G.994.1 (G.hs)
    ITU-T G.992.3 (G.dmt.bis) ITU-T G.992.3 (G.dmt.bis)
    ITU-T G.992.4 (G.lite.bis) ITU-T G.992.4 (G.lite.bis)
    ITU-T G.992.5 ITU-T G.992.5
    Max 6 kilometers Max 6 kilometer

    Data Rates Data Rates
    Downstream: Up to 24Mbps Downstream: Up to 24Mbps
    Upstream: Up to 3.5Mbps (With Annex M enabled) Hulu: Up to 3.5Mbps (Dengan Lampiran M diaktifkan)

    ATM Features ATM Fitur
    UNI 3.1/4.0?CATM Adaptation Layer Type 5-AAL5 UNI 3.1/4.0? CATM Adaptation Layer Type 5-AAL5
    Multiprotocol encapsulation over ATM (RFC 1483) Multi enkapsulasi atas ATM (RFC 1483)
    UBR, CBR, VBR-rt, VBR-nrt UBR, CBR, VBR-rt, VBR-nrt
    Supports 8PVCs Mendukung 8PVCs

    PPP Features PPP Fitur
    PPP over ATM (RFC 2364) PPP over ATM (RFC 2364)
    PPP over Ethernet (RFC 2516) PPP over Ethernet (RFC 2516)

    Switching Features Switching Fitur
    IGMP snooping IGMP mengintai
    IGMP multicast IGMP multicast
    Port VLAN Port VLAN
    Tag VLAN Tag VLAN
    IEEE 802.1d transparent learning bridging IEEE 802.1d transparan menjembatani pembelajaran

    Routing Features Fitur routing
    Classical IP and ARP over ATM (RFC 1577/2225), MER, RIP V1/V2 Klasik IP dan ARP atas ATM (RFC 1577/2225), REM, RIP V1/V2
    Static routing, IP, TCP, UDP, ARP Static routing, IP, TCP, UDP, ARP
    NAT, NAPT, DNS, DDNS, DHCP Server NAT, NAPT, DNS, DDNS, DHCP Server
    UPnP, Virtual Server, DMZ UPnP, Virtual Server, DMZ
    SIP, H323 ALG SIP, H323 ALG

    Wireless Features Fitur nirkabel
    Complies with IEEE 802.11g, IEEE802.11b Complies with IEEE 802.11g, IEEE802.11b
    Supports 54/48/36/24/18/12/9/6Mbps or 11/5.5/3/2/1Mbps data transfer rates 54/48/36/24/18/12/9/6Mbps atau 11/5.5/3/2/1Mbps mendukung kecepatan transfer data
    Provides WPA/WPA2 and WPA-PSK/WPA2-PSK authentication and TKIP/AES encryption security Menyediakan WPA/WPA2 dan WPA-PSK/WPA2-PSK otentikasi dan TKIP / AES keamanan enkripsi
    Provides 64/128-bit WEP encryption security and wireless LAN ACL (Access Control List) Menyediakan keamanan enkripsi WEP 64/128-bit dan wireless LAN ACL (Access Control List)
    Wireless operating range: Indoor up to100m, Outdoor up to 300m Wireless operating range: Indoor up to100m, Outdoor up to 300m

    Max wireless transmit power Max daya transmisi nirkabel
    17dbm 17dbm

    Antenna power Kekuatan antena
    5dbi 5dBi

    Security Keamanan
    Stateful Packet Inspection (SPI) Stateful Packet Inspection (SPI)
    NAT NAT
    Packet Filter Packet Filter

    VPN Pass Through VPN Pass Through
    IPSec/PPTP/L2TP Pass-through IPSec/PPTP/L2TP Pass-through

    QoS QoS
    IP Type of service(ToS) Jenis layanan IP (ToS)
    802.1p 802.1p

    Device Management Device Management
    HTTP, TELNET, Console HTTP, TELNET, Console
    Administration and operation software (firmware) upgradable locally by WEB, TFTP, FTP, Console Administrasi dan operasi perangkat lunak (firmware) diupgrade secara lokal oleh WEB, TFTP, FTP, Console
    SNMP V1/V2 SNMP V1/V2
    CWMP(TR-069) CWMP (TR-069)

    Ports Ports
    4 10/100M Auto-Negotiation RJ45 ports(Auto MDI/MDIX) 4 10/100M Auto-Negotiation RJ45 port (Auto MDI / MDIX)
    1 RJ11 port 1 RJ11 port

    LED Indicators Indikator LED
    Power, System, ADSL, WLAN, LAN1~4 Power, System, ADSL, WLAN, LAN1 ~ 4

    Dimensions (W*D*H) Dimensions (W * D * H)
    7.9*5.5*1.1 in.(200*140*28 mm) 7,9 * 5,5 * 1,1 in (200 * 140 * 28 mm)

    Operating Humidity Kelembaban Operasional
    10%~90% non-condensing 10% ~ 90% non-kondensasi

    Storage Humidity Kelembaban Penyimpanan
    5%~90% non-condensing 5% ~ 90% non-kondensasi

  • IP ADDRESS

    Diposting oleh D!fkY AnAk !nF0RmAT!kA 0 komentar


    Alamat IP (Internet Protocol), yaitu sistem pengalamatan di network yang direpresentasikan dengan sederetan angka berupa kombinasi 4 deret bilangan antara 0 s/d 255 yang masing-masing dipisahkan oleh tanda titik (.), mulai dari 0.0.0.1 hingga 255.255.255.255. IP address panjangnya 32 bit dan dibagi menjadi dua bagian: bagian network dan bagian host. Batasan antara network dan host ini tergantung kepada beberapa bit pertama, seperti diperagakan pada tabel di bawah ini.


    Tabel IP Address Class-high-order bits-bagiancNetwork-bagian host jumlah address A 0 7 24 16.777.214 B 10 14 16 65.534 C 110 21 8 254 D 1110 multicast group (percobaan) multicast group (percobaan) 268.435.456 E 1111 multicast group (percobaan) multicast group(percobaan) Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) membangun jaringan nasional dengan teknologi paket radio yang diberi nama JASIPAKTA. Jaringan ini merupakan jaringan kelas B yang pertama di Indonesia. Pada waktu itu para pengguna radio amatir telah mulai menggunakan komputer untuk komunikasi internasional.

    cara setting ip address iPv4:


    • Tekan tombol START pada bagian taskbar (posisi di pojok kiri ), sehingga tampil beberapa menu. Seperti pada gambar, pilih dan klik 1 kali pada bagian menu Connect to... dan pilih Show all connection.
    • Pada pilihan koneksi yang ada, pilih gambar koneksi dari ethernet card (NIC)yang terhubung ke LAN. dan klik kanan pada gambar tersebut, lalu pilih properties. Maka akan tampil layar settingan Local Area Connection seperti gambar berikut.

    • Pada layar LAN ini, di bagian this connection uses.... Pilih Internet Protocol (TCP/IP) di posisi paling bawah. Dan klik 2 kali untuk setting. (Dan pada gambar yang dilingkari warna merah, beri tanda check list di situ agar ketika komputer terhubung/putus ke LAN/Internet. Maka gambar icon komputer yang terkoneksi dengan internet memberikan laporan di pojok kanan bawah dekat jam digital bawaan sistem.

    • Tampilan diatas menunjukkan layar setting Internet Protocol (TCP/IP) yang secara default dialokasikan pada status otomatis atau server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Di sini kita akan mencoba mengisi IP Address secara manual (statis). Lihat gambar di bawah ini.

    • Mari kita isi manual, berikut ini penjelasan dari gambar di atas (Seringnya kelas C dan pengisian seperti di bawah ini).
    1. IP address diisi dengan angka 192.168.1.xxx
    192.168.1.0 dan 192.168.1.255 sebagai IP yang broadcast. Host (Komputer yang terhubung di LAN) boleh memakai IP Address antara 192.168.1.1 - 192.168.1.254
    2. Subnet mask diisi dengan angka 255.255.255.xxx
    Pada kelas C biasanya diisi dengan angka 255.255.255.0 yang berarti per 24 (dari 8 bit + 8 bit + 8 bit yang berada di kiri host). Dalam byte 1.1.1.0 karena 1 byte = 8 bit, jadi dalam bit 11111111.11111111.11111111.00000000 ; rumusnya adalah 2 pangkat n. Hitung yang belakangnya saja (host).
    Maka 2^7 + 2^6 + 2^5 + 2^4 + 2^3 + 2^2 + 2^1 + 2^0 = 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1 + 0 = 255
    rumusnya : hasil 255 + 1 = 256 - 2 (broadcast) = 254 IP address yang bisa digunakan untuk 254 host pada 192.168.1.1 - 192.168.1.254 ; yang broadcast 192.168.1.0 dan 192.168.1.255
    3. Default Gateway diisi dengan angka 192.168.1.1
    Gateway (Pintu untuk keluar). Biasanya server (bisa komputer/ router/ .....) yang memegang kendali keluar (internet) berada pada 192.168.1.1
    4. Preferred DNS server diisi dengan angka 202.134.0.155 (konek ke server utama)
    DNS (Domain Name System) telkom pada 202.134.0.155, pada wireless TELKOMHotspot-Free pada 192.168.102.1, dsb...
    5. Alternate DNS server xxx.xxx.xxx.xxx (konek ke server lain)
    Alternatif DNS dari DNS yang diatas. Jika DNS yang diatas tidak ditemukan, maka selanjutnya DNS ini yang dicari...


    KETERANGAN:
    IP address adalah sekumpulan bilangan biner sepanjang 32 bit, yang dibagi atas 4 segmen dan setiap segmen terdiri atas 8 bit. IP address merupakan identifikasi setiap host pada jaringan internet.
    IP address dibagi menjadi lima kelas, A sampai E. IP address yang dipakai secara umum dibagi dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia.
    Kelas A :
    - Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
    - Bit pertama : 0
    - Panjang Network ID : 8 bit
    - Panjang Host ID : 24 bit
    - Byte pertama : 0 – 127
    - Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
    - Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
    - Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
    IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.
    Kelas B :
    - Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
    - 2 bit pertama : 10
    - Panjang Network ID : 16 bit
    - Panjang Host ID : 16 bit
    - Byte pertama : 128 – 191
    - Jumlah : 16.384 kelas B
    - Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
    - Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B
    IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 65 ribu host.
    Kelas C :
    - Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
    - 3 bit pertama : 110
    - Panjang Network ID : 24 bit
    - Panjang Host ID : 8 bit
    - Byte pertama : 192 – 223
    - Jumlah : 2.097.152 kelas C
    - Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
    - Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
    IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 256 host.
    IP kelas D digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai bersama suatu aplikasi. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110. IP kelas E (4 bit pertama 1111) dialokasikan untuk keperluan eksperimental.
    Aturan dasar pemilihan Network ID dan Host ID :
    - Network ID tidak boleh bernilai 127. Karena Network ID 127 digunakan sebagai alamat loopback yaitu alamat yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
    - Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 255 (seluruh bit diset 1). Network ID atau Host ID yang seluruhnya bernilai 255 adalah alamat broadcast jaringan tersebut. Apabila dikirimkan pesan kepada alamat broadcast, maka seluruh host pada jaringan tersebut akan menerima pesan itu.
    - Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 0 (seluruh bit diset 0). Alamat IP dengan host id semuanya bernilai 0 diartikan sebagai alamat network yang menunjuk ke jaringan, bukan ke host.
    - Host ID harus unik dalam satu network.

    Mohon masukan nya ya...........

    proxy

    Diposting oleh D!fkY AnAk !nF0RmAT!kA 0 komentar


    Teknik proxy adalah teknik yang standar untuk akses Internet secara bersama-sama oleh beberapa komputer sekaligus dalam sebuah jaringan lokal (LAN) melalui sebuah modem atau sebuah saluran komunikasi. Proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet.




    Proxy server bertindak sebagai gateway terhadap dunia maya untuk setiap komputer klien. Proxy server tidak terlihat oleh komputer klien sehingga seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web server yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut seolah-olah request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari proxy server.

    Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan private network yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik (misalnya Internet). Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Proxy server yang berfungsi sebagai sebuah "agen keamanan" untuk sebuah jaringan pribadi, umumnya dikenal sebagai firewall.

    Istilah Proxy sendiri banyak dikenal / digunakan terutama di dunia / kalangan diplomatik. Secara sederhana proxy adalah seseorang / lembaga yang bertindak sebagai perantara atau atas nama dari orang lain / lembaga / negara lain. Teknik ini dikenal dengan beberapa nama yang ada di pasaran, misalnya:

    * Internet Connection Sharing (ICS) �?? istilah ini digunakan oleh Microsoft pada Windows-nya.
    * Proxy Server �?? ini biasanya berupa software tambahan yang dipasang di komputer yang bertindak sebagai perantara.
    * Internet Sharing Server (ISS) �?? biasanya berupa hardware berdiri sendiri lengkap dengan modem, hub dan software proxy di dalamnya.
    * Network Address Translation (NAT) �?? istilah lain yang digunakan untuk software proxy server.
    * IP Masquerade �?? teknik yang digunakan di software NAT / Proxy server untuk melakukan proses proxy.

    Mengapa teknik proxy menjadi penting untuk share akses Internet dari sebuah LAN secara bersama-sama? Sebagai gambaran umum, dalam sebuah jaringan komputer �?? termasuk Internet, semua komponen jaringan di identifikasi dengan sebuah nomor (di Internet dikenal sebagai alamat Internet Protokol, alamat IP, IP address). Mengapa digunakan nomor? Karena penggunaan nomor IP akan memudahkan proses route & penyampaian data �?? dibandingkan kalau menggunakan nama yang tidak ada aturannya. Kira-kira secara konsep mirip dengan pola yang dipakai di nomor telepon.
    Nah sialnya, (1) nomor IP ini jumlah-nya terbatas dan (2) seringkali kita tidak menginginkan orang untuk mengetahui dari komputer mana / jaringan mana kita mengakses Internet agar tidak terbuka untuk serangan para cracker dari jaringan Internet yang sifatnya publik.
    Berdasarkan dua (2) alasan utama di atas, maka dikembangkan konsep private network, jaringan private atau kemudian dikenal dengan IntraNet (sebagai lawan dari Internet). Jaringan IntraNet ini yang kemudian menjadi basis bagi jaringan di kompleks perkantoran, pabrik, kampus, Warung Internet (WARNET) dsb. Secara teknologi tidak ada bedanya antara IntraNet & Internet, beda yang significant adalah alamat IP yang digunakan. Dalam kesepakatan Internet, sebuah Intanet (jaringan private) dapat menggunakan alamat IP dalam daerah 192.168.x.x atau 10.x.x.x. IP 192.168 & 10 sama sekali tidak digunakan oleh Internet karena memang dialokasikan untuk keperluan IntraNet saja.
    Proses pengkaitan ke dua jenis jaringan yang berbeda ini dilakukan secara sederhana melalui sebuah komputer atau alat yang menjalankan software proxy di atas. Jadi pada komputer yang berfungsi sebagai perantara ini, selalu akan mempunyai dua (2) interface (antar muka), biasanya satu berupa modem untuk menyambung ke jaringan Internet, dan sebuah Ethernet card untuk menyambung ke jaringan IntraNet yang sifarnya private.
    Untuk menghubungkan ke dua jaringan yang berbeda ini, yaitu Internet & IntraNet, perlu dilakukan translasi alamat / IP address. Teknik proxy / Network Address Translation sendiri sebetulnya sederhana dengan menggunakan tabel delapan (8) kolom, yang berisi informasi:

    * Alamat IP workstation yang meminta hubungan.
    * Port aplikasi workstation yang meminta hubungan.
    * Alamat IP proxy server yang menerima permintaan proxy.
    * Port aplikasi proxy server yang menerima permintaan proxy.
    * Alamat IP proxy server yang meneruskan permintaan proxy
    * Port aplikasi proxy server yang meneruskan permintaan proxy.
    * Alamat IP server tujuan.
    * Port aplikasi server tujuan.

    Dengan cara ini, paket dengan informasi pasangan alamat IP:port dari workstation user yang meminta servis pasangan alamat IP:port server tujuan bisa diganti agar server tujuan menyangka permintaan servis tersebut datangnya dari pasangan alamat IP:port proxy server yang meneruskan permintaan proxy. Server tujuan akan mengirimkan semua data yang diminta ke pasangan alamat IP:port proxy server yang meneruskan permintaan proxy �?? yang kemudian meneruskannya lagi ke pasangan alamat IP:port workstation pengguna yang menggunakan alamat IP 192.168.x.x.
    Jika kita lihat secara sepintas, sebetulnya teknik proxy ini merupakan teknik paling sederhana dari sebuah firewall. Kenapa? Dengan teknik proxy, server tujuan tidak mengetahui bahwa alamat komputer yang meminta data tersebut sebetulnya berada di balik proxy server & menggunakan alamat IP private 192.168.x.x. (source from : onno w. purbo)

    Konfigurasi Wireless Access Point

    Diposting oleh D!fkY AnAk !nF0RmAT!kA 0 komentar


    Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (AP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router. Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal, langsung saja timbul rasa penasaran untuk melakukan konfigurasi AP. Model dan merk perangkat wireless tidak disebutkan, karena tidak dapat fee dari vendor dan memungkinkan exploitasi menjadi lebih mudah oleh pengakses ilegal yang ada di area sekitar kantor he.. he..

    Konfigurasi pertama dilakukan terhadap AP, ada passwordnya, password default telah berganti, tidak perlu bertanya ke konfigurator sebelumnya, cari cara untuk melakukan reset ke default factory setting di google.com, dapat beberapa informasi dari forum/milis, setelah dicoba akhirnya konfigurasi AP kembali ke setting awal.


    Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:
    1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
    2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA)
    3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
    4. dsb
    Beberapa konfigurasi yang dibuat tidak bekerja dengan baik, misalnya meski DHCP server telah diatur, AP tidak memberikan IP sesuai dengan alokasi yang ditentukan.
    Upgade Firmware
    Biasanya perangkat yang mempunyai firmware semacam AP akan menyediakan upgrade firmware untuk melakukan perbaikan, bahkan dengan upgrade firmware akan ada fungsi tambahan atau baru. Langsung saja cari firmware terbaru untuk AP di website vendor. Ternyata sudah ada beberapa release terhadap firmware lama yang ada di AP, download firmware versi terakhir. Firmware yang di download berbentuk file executable, jalankan file tersebut akan melakukan decompress dan menghasilkan file README dan firmware update.
    Proses upgrade dapat dilakukan secara mudah, yaitu langsung dilakukan melalui browser, masukkan file firmware update, kemudian klik sumbit, dalam waktu kurang dari satu menit proses upgrade selesai dan firmware baru langsung terpasang. Reset ke default factory setting dilakukan sesuai rekomendasi Vendor yang ada di file README.
    Upgrade firmware memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu DHCP server dapat berfungsi dengan baik dan tersedianya fasilitas tambahan/baru yaitu perangkat wireless sekarang fungsinya menjadi tiga jenis:
    1. Access Point (fungsi default)
    2. Client Bridge Mode
    3. Repeater Mode
    AP dan Komputer Server
    Saat ini AP telah berfungsi dengan baik dan benar, selanjutnya ada keinginan untuk menyiapkan sebuah komputer untuk dijadikan sebuah server yang akan menyediakan fungsi untuk:
    1. Pengelolaan user
    2. Pengelolaan akses
    3. Proxy dan Firewall
    4. Pengelolaan authentifikasi
    5. Mencatat log/history akses
    6. Menyediakan fitur billing
    Adakah pembaca yang telah melakukan/memasang aplikasi terpadu open source untuk Linux untuk kebutuhan seperti ini? jika ada, ditunggu komentarnya.

    ini adalah cara share koneksi internet kabel dengan 2 LAN card pada windows XP.
    ada 4 langkah
    1. Jaringan default dari kabel ISP
    2. Setting windows agar bisa share koneksi
    3. Setting IP pada tiap LAN card
    4. Hubungkan LAN kedua dan silakan browsing
    Jaringan default dari kabel ISP
    ISP via tv kabel -> cable modem -> LAN card komputer pertama. pastikan internetnya sudah hidup dan sudah bisa browsing.

    Setting windows agar bisa share koneksi
    Start -> Programs -> accessories -> Communications -> Network Setup Wizard
    Next sampai muncul windows berikut.

    pilih sesuai petunjuk pada gambar

    defaultnya adalah LAN card yang konek ke internet. tinggal next saja sampai selesai. kalau minta di save ke disket di tolak jawab NO dan finish.
    pastikan Internet Connection Sharing pada LAN properties pada komputer pertama yang terhubung ke cable modem terpilih.
    cek “Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection”

    Setting IP pada tiap LAN card
    Setting LAN card yang ke internet (komputer 1) – default dari teknisinya.
    - Obtain an iP address automaticaly
    - Obtain DNS Server Address Automatically
    Setting LAN card yang menuju Komputer Lain (komputer 1) :
    IP Address : 192.168.0.5
    Subnet Mask : 255.255.255.0
    Default Gateway : Kosongin aja
    DNS : Kosongin aja
    Setting LAN card pada Komputer Lain (komputer 2,3,4,5,dsb):
    IP Address : 192.168.0.10
    Subnet Mask : 255.255.255.0
    Default Gateway : 192.168.0.5
    Prefered DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet
    Alternate DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet
    Hubungkan LAN kedua dan silakan browsing
    sambungkan LAN card antara komputer 1 dan komputer 2 dengan menggunakan kabel cross. silakan browsing.
    tambahan :
    bagi yang tidak tau cara setting IP
    Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections
    Klik kanan -> Properties (pada Local Area Connection)
    pada Tab -> general
    cari This connection use the following items -> Internet Protocol [TCP/IP]
    klik properties -> pada tab general pilih obtain an iP address automaticaly
    ini setting yang DHCP, untuk yang statik pilih Use this following IP address.

    bagi yang tidak tau cara liat DNS
    Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections
    klik kiri 2x pada LAN card yang konek ke internet
    pada Tab -> SUpport
    ada tombol detail, disana ada yang namanya DNS servers, itulah DNS dynamic yang diberikan oleh ISP anda.
    note:
    1. gunakan kabel cross untuk menghubungkan lan card pc1 dan lan card pc ke 2.
    2. gunakan kabel straight untuk menghubungkan cable modem dan lan card pc1
    ringkasan :
    1. pastikan koneksi internet dari ISP sudah jalan.
    2. share koneksi pada LAN card pertama. (liat pada bagian Setting windows agar bisa share koneksi)
    3. setting IP, subnet mask, gateway dan dns pada tiap LAN card.
    4. selamat internet anda sudah di share.
    5. jangan lupa gunakan kabel cross untuk menghubungkan lan card pc1 dan lan card pc2

    banner

    www.freecodescript.com
    Free Code Script

    Mengenai Saya

    Foto saya
    asyik rame dan pokok nya masih banyak lagi deh

    Pengikut

    Welcome to My Website